8 jenis makanan olahan tidak sehat beserta contoh nya

makanan kaleng


Makanan olahan, seperti makanan olahan atau daging olahan, mempersingkat kegiatan memasak. Tapi makanan ini bukan makanan sehat. Selain kaya akan garam, makanan ini umumnya tidak mengandung vitamin atau serat. Tetapi sepenuhnya menghilangkan makanan olahan dari dapur tidak mudah. Namun, kita dapat mengatasi ini dengan mengurangi frekuensi konsumsi makanan ini atau dengan memilih menu olahan yang lebih bergizi. Ketahui makanan olahan mana yang paling tidak sehat.

1. Chicken Nuggets 
Chicken nugget mengandung lebih dari 50 persen lemak dan mengandung lebih banyak karbohidrat daripada protein. Karbohidrat yang digunakan adalah karbohidrat sederhana seperti roti. Alasan lain untuk menghindari ini adalah bahwa makanan ini harus digoreng dan menggunakan banyak zat tambahan seperti MSG dan zat-zat lainnya.

 2. Soda
 Hampir semua soda menggunakan sirup jagung fruktosa gula tinggi (HFCS), yang lebih buruk daripada gula biasa. HCFS menyebabkan kadar gula darah berfluktuasi tajam. Soda juga merupakan minuman dengan kandungan asam tertinggi. Itu sangat kuat sehingga asam dalam soda mengalahkan kandungan alkali dalam tubuh yang cenderung bersifat basa. Dikhawatirkan hal itu dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap virus dan bakteri.

3. Hot dog dan daging olahan lainnya
Kebanyakan hot dog dan daging olahan lainnya yang biasa ditemukan di pasaran kaya akan garam, MSG, natrium nitrat dan pengawet. Selain itu, daging ini diproses pada suhu tinggi dan tekanan untuk merusak nutrisi. Jika Anda benar-benar menyukai hot dog, sosis, atau daging olahan lainnya, pilih produk yang tidak mengandung zat tambahan

4. Biskuit dan kue-kue
Selain banyak mengandung gula dan garam, makanan ini juga mengandung lemak trans. Lemak trans adalah lemak cair yang menjadi padatan melalui proses yang disebut hidrogenasi. Penggunaan lemak trans dimaksudkan untuk meningkatkan tekstur dan kedaluwarsa. Penggunaan lemak trans sendiri masih kontroversial. Beberapa ahli mengatakan bahwa lemak ini adalah biang keladi dari beberapa penyakit kronis yang kini diderita orang seperti penyakit jantung, diabetes dan kanker. Untuk mengetahui apakah suatu produk mengandung lemak trans, Anda harus membaca label paket dengan hati-hati. Jika Anda menemukan kata terhidrogenasi atau terhidrogenasi sebagian, maka produk tersebut mengandung lemak trans.

5. Sereal 
Sebagian besar produk sereal diperkaya dengan vitamin dan mineral. Karena jika tidak, produk ini hanya makanan biasa yang tinggi gula. Sebagian besar gula yang digunakan adalah gula jagung murah. Penelitian hewan pengerat menunjukkan bahwa gula jagung dapat menyebabkan tumor.

6. Granola bar 
Granola bar adalah campuran kacang-kacangan dan sereal yang memiliki rasa manis. Makanan-makanan ini termasuk dalam daftar makanan tidak sehat karena produk-produk ini sering dianggap sebagai makanan sehat, sehingga orang tidak perlu khawatir mengkonsumsinya dalam jumlah besar. Bahkan, granola batangan umumnya tinggi gula. Beberapa produk juga mengandung lemak, termasuk lemak trans dan sodium tinggi.

7. Olahan salad dressing dan bumbu 
Kebanyakan olahan bumbu dan bumbu salad mengandung banyak gula sirup jagung, lemak trans dan MSG. Bahan ini mengubah sayuran segar menjadi salad yang tidak sehat. Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, Anda harus menyiapkan sendiri bumbu dan saus salad. Bahan ini disimpan di lemari es. Metode ini mempertahankan masa simpan bumbu dan saus salad selama seminggu.

Makanan tidak sehat adalah beberapa jenis atau makanan yang mengandung nutrisi tidak seimbang. Secara umum, makanan tidak sehat hanya mengandung sedikit zat dan sedikit serat yang diperlukan untuk perkembangan tubuh. Selain itu, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, maka akan menimbulkan beberapa dampak negatif. Seperti munculnya penyakit, menghambat perkembangan tubuh, mengurangi kecerdasan otak, mengurangi fungsi gerakan anggota tubuh dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Selain mengonsumsi makanan sehat, Anda juga harus mengenali makanan yang harus dihindari karena dapat memicu masalah kesehatan. Makanan-makanan ini termasuk:

  • Gorengan 

Kandungan kalori dalam makanan gorengan cukup tinggi. Demikian pula dengan kandungan lemak dan oksidan, keduanya cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan yang digoreng bisa menjadi makanan yang tidak sehat karena makanan yang digoreng adalah salah satu penyebab obesitas, yang memicu hiperlipitdema dan bisa menjadi salah satu penyebab penyakit jantung koroner.


  • Makanan kaleng 

Makanan kaleng tampaknya lebih mudah dimakan dan menarik. Namun, nutrisi makanan kaleng tidak memadai ketika dikemas dalam kaleng, tidak seperti makanan segar. Nilai gizi telah menurun secara dramatis. Kandungan makanan kaleng dengan vitamin dan protein terutama rusak ketika proses pengalengan dilakukan.


  • Makanan  Asinan

Seperti buah-buahan kalengan yang tinggi gula, makanan acar juga termasuk makanan yang tidak sehat karena mengandung kadar garam yang tinggi. Ini terjadi karena selama proses pengasinan, garam tambahan dibutuhkan dalam jumlah yang sangat besar.

Makanan yang memiliki kadar garam lebih tinggi dari normal akan menambah beban salah satu organ tubuh, yaitu ginjal. Ini juga dapat merusak usus dan selaput lendir lambung. Selain itu, tekanan darah tinggi atau hipertensi juga rentan dipicu oleh makanan asin.


  • Daging olahan

termasuk makanan yang tidak sehat karena selama proses pengolahan, daging akan menerima bahan tambahan. Penambahan bahan pengawet dan pewarna pada makanan ini meningkatkan beban jantung menjadi lebih berat. Makanan ini juga mengandung amonium nitrit, yang merupakan salah satu penyebab kanker. Sering mengkonsumsinya dan dalam jumlah banyak membuat tekanan darah kurang stabil dan mengganggu kinerja ginjal.

  • Daging jeroan berlemak

Daging berlemak dan jerohan bisa menjadi makanan yang mengundang selera ketika mereka diproses dan disajikan luar biasa. Makanan ini mengandung banyak protein, vitamin, dan mineral. Namun, karena memiliki kolesterol dan lemak jenuh dalam jumlah banyak, makanan ini tidak sehat. Mengkonsumsinya dalam jumlah banyak dapat memicu penyakit jantung koroner, kanker usus besar dan lainnya.


  • Keju cair Keju olahan 

benar-benar bermanfaat bagi tubuh jika dimakan dengan benar. Namun, beragam makanan yang memiliki bahan dasar keju, seperti kue jika dimakan berlebihan, akan berbahaya bagi tubuh. Seperti dibahas di atas, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, keju olahan dapat menjadi makanan yang tidak sehat dan menyebabkan beberapa masalah. Ketika dikonsumsi berlebihan, olahan keju dapat mengurangi nafsu makan, meningkatkan gula darah dan menambah berat badan. Jika nafsu makan berkurang, perut akan sering kosong dan akan menjadi rentan terhadap berbagai penyakit.


  • Mie instan

termasuk dalam kategori makanan tidak sehat karena mengandung banyak bahaya jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Ini tidak terlepas dari berbagai bahan baku dan bahan pelengkap yang digunakan dalam pembuatan mie instan.



  • Hindari Gula

Makanan dan minuman dengan tambahan gula harus dihindari. Mengkonsumsi gula dalam jumlah besar dapat memicu resistensi insulin dalam tubuh dan menyebabkan beberapa penyakit serius, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Selain itu, Anda juga harus menghindari junk food atau makanan cepat saji, seperti ayam goreng, kentang goreng, hamburger dan kentang goreng. Tingkat kalori dalam makanan cepat saji tinggi, tetapi nilai gizinya rendah. Kebutuhan makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh makanan cepat saji.

Hindari makanan atau minuman tidak sehat lainnya, seperti es krim, daging olahan, keju olahan, dan juga es krim. Namun, jika Anda ingin mengkonsumsinya, Anda harus melakukannya sesekali saja.

Seimbangkan makanan sehat dengan kehidupan yang sehat
Mulai makan makanan sehat dan seimbang, untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh Anda. Agar tidak bosan, Anda bisa mencoba kreasi dan kombinasi berbagai jenis makanan sehat dalam beragam penawaran menarik setiap hari. Jangan lupa untuk melengkapi pola makan sehat Anda dengan gaya hidup sehat, yaitu, meningkatkan konsumsi air, istirahat yang cukup dan olahraga teratur.